Wanita itu memang benar benar ngga pernah tau kalo aku sering sakit hati dengan ucapannya yang suka ia ucapkan seenaknya yang ia keluarkan dari bibirnya. Sudah cukup lama setelah ia mengucapkan kata kata sumpah serapahnya untuk aku, aku hanya berjalan cepat sedikit berlari menuju kamarku dan menutupnya hingga rapar rapat agar tidak ada yang mendengar aku menumpahkan semua isi hatiku, aku hanya bisa menagis, walaupun terkadang aku suka membantahnya
"biar aja sumpahin terus, sumpah kayak gitu ngga bakal terkabul"
yaah kadang kalau emosiku sudah meluap luap aku dan dia terlibat pertengkaan yang cukup dashyat, hanya dia lelaki baik hati saja yang bisa memberhentikan pertengkaran kami, dan hanya lelaki baik hati itu saja yang bisa membuat mulutku tertutup untuk tidak membantah dan melawannya dengan mulut dan lidahku yang tajam.
sampai saat ini aku hanya berpikir satu hal, bagaimana caranya aku bisa bersikap lembut dan baik kepada wanita itu tanpa ada lelaki itu didekatku?
"biar aja sumpahin terus, sumpah kayak gitu ngga bakal terkabul"
yaah kadang kalau emosiku sudah meluap luap aku dan dia terlibat pertengkaan yang cukup dashyat, hanya dia lelaki baik hati saja yang bisa memberhentikan pertengkaran kami, dan hanya lelaki baik hati itu saja yang bisa membuat mulutku tertutup untuk tidak membantah dan melawannya dengan mulut dan lidahku yang tajam.
sampai saat ini aku hanya berpikir satu hal, bagaimana caranya aku bisa bersikap lembut dan baik kepada wanita itu tanpa ada lelaki itu didekatku?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar