Memiliki, yah itu yang paling gue takutin selama ini, gue takut memiliki apapun, karena gue paling ngga suka sama yang namanya kehilangan. Menurut buku yang gue baca, pepatah yang ada, dan gue rasa emang udah hukum alamnya deh, saat kita pernah memiliki sesuatu adakalanya kita akan kehilangan, apapun itu termasuk perasaan.
Gue yakin seyakin yakinya, ngga ada seorangpun yang suka sama yang namanya kehilangan. Pasti saat lo kehilangan lo ngerasa ada suatu perubahan yang ngga nyaman, aneh, canggung, bingung, ngga terbiasa, everything all ge pikir, hha lebay juga gue zz.
Masih ada satu kalimat panjang yang selalu terlintas dalam otak gue, benak gue, hati gue, dan kalimat itu sampe sekarang rasanya masih terngiang-ngiang di kuping gue, teriak-teriak sampe gendang telinga gue mau pecah, keluar-keluar kayak hati gue yang penasaran setengah mati
"kemana lo yang dulu, gue ngerasa KEHILANGAN"
Selasa, Desember 08, 2009
Minggu, Desember 06, 2009
Wanita Gila dan Lelaki baik hati
Wanita itu memang benar benar ngga pernah tau kalo aku sering sakit hati dengan ucapannya yang suka ia ucapkan seenaknya yang ia keluarkan dari bibirnya. Sudah cukup lama setelah ia mengucapkan kata kata sumpah serapahnya untuk aku, aku hanya berjalan cepat sedikit berlari menuju kamarku dan menutupnya hingga rapar rapat agar tidak ada yang mendengar aku menumpahkan semua isi hatiku, aku hanya bisa menagis, walaupun terkadang aku suka membantahnya
"biar aja sumpahin terus, sumpah kayak gitu ngga bakal terkabul"
yaah kadang kalau emosiku sudah meluap luap aku dan dia terlibat pertengkaan yang cukup dashyat, hanya dia lelaki baik hati saja yang bisa memberhentikan pertengkaran kami, dan hanya lelaki baik hati itu saja yang bisa membuat mulutku tertutup untuk tidak membantah dan melawannya dengan mulut dan lidahku yang tajam.
sampai saat ini aku hanya berpikir satu hal, bagaimana caranya aku bisa bersikap lembut dan baik kepada wanita itu tanpa ada lelaki itu didekatku?
"biar aja sumpahin terus, sumpah kayak gitu ngga bakal terkabul"
yaah kadang kalau emosiku sudah meluap luap aku dan dia terlibat pertengkaan yang cukup dashyat, hanya dia lelaki baik hati saja yang bisa memberhentikan pertengkaran kami, dan hanya lelaki baik hati itu saja yang bisa membuat mulutku tertutup untuk tidak membantah dan melawannya dengan mulut dan lidahku yang tajam.
sampai saat ini aku hanya berpikir satu hal, bagaimana caranya aku bisa bersikap lembut dan baik kepada wanita itu tanpa ada lelaki itu didekatku?
Langganan:
Postingan (Atom)
